Day 3 ~ From Sabang to Banda Aceh

Hari berganti hari. Tak terasa sudah hari Jumat tepatnya tanggal 29 Maret 2013 (gak kerasa tanggal merahnya hehehe). Pagi kali ini berbeda dengan semalamnya, karena setelah selesai subuh, kami harus sudah siap-siap meninggalkan Kota Sabang Tersayang ini. Dari jam setengah 7, kami sudah mulai berangkat dari penginapan ke pelabuhan (sungguh berat hati ini L). Sekitaran jam 7, kami sudah sampai di pelabuhan dan harus nunggu karena kapal kami berangkatnya sekitar jam 8. Gak perlu ngantri pesan tiket karena tiket kami sudah dipesankan sama supir kami (eceknya calo gitu lho hehehe). Kami memesan tiket untuk kapal cepat / express. Karena jadwal yang cocoklah makanya kami memilih kapal cepat, awalnya mau milih kapal lambat. Karena hari ini hari Jumat dan harus mengejar waktu sholat Jumat makanya kami memilih kapal cepat. Harga tiket kapalnya kalo gak salah sekitar RP 65.000. Jauh beda dengan harga tiket kapal lambat dan kecepatannya pasti beda pula hehehe. Walaupun begitu ternyata tiket kapalnya belum berada di tangan kami.

Suasana pagi di Pelabuhan Balohan

Suasana pagi di Pelabuhan Balohan

Sudah jam setengah 8, tapi belum ada berita tentang tiket kami. Waaaah kami sudah mulai-mulai berprasangka buruk nih, pasti ditipu sama supir kami. Tapi ternyata supir kami pun juga kebingungan karena dia membeli tiketnya pada rekannya, dan rekannya tersebut yang belum tau ada dimana. Waktu terus berlanjut, orang-orang sudah pada naik ke kapal. Dan ternyata kapal cepat memang banyak dinaiki. Rame banget. Dan tinggal beberapa menit lagi kapal hendak berangkat. Waktu menunjukkan pukul 07.50 dan Alhamdulillah akhirnya tiketnya nongol juga. Udah kayak di film-film gitu, kami naik ke kapal tinggal beberapa menit lagi. Dan ternyata di dalam puadaaaaaaaaaaat banget. Bagian di dalam kapal ini tak perlu dijelaskan kali deh yang penting kami bisa duduk walaupun dengan keadaan yang kurang menyenangkan. Kapal berangkat tepat pukul 08.00. Tapi untungnya, karena ini kapal cepat, jadinya penderitaan tidak dirasa begitu lama hehehe. Dan kami sudah sampai di Pelabuhan Ulee Lheu sekitar pukul 08.45.

Sesampai di pelabuhan, kami langsung menuju cafeteria untuk sarapan. Ternyata ada sisi bagian lain pada cafeteria-nya. Karena pada saat pertama kali kami sarapan disini (hari pertama sampai pelabuhan), kami berada di bagian depan dan sekarang ada di bagian belakang. Dan ternyata menunya lebih bervariatif ada nasi, mie dan lain-lain seperti warung-warung di pagi hari pada umumnya. Untuk harga total makan dan minumannya gak lebih dari Rp 20.000 kok, tergantung menu yang dipesan juga ya. Sekalian makan, kami juga sekalian nunggu jemputan. Karena di Banda Aceh ini ada kawan kami yang punya saudara dan kebetulan hari ini tanggal merah jadinya bisa nebeng deh hehehe. Sekitar jam setengah 9 mobilnya datang. Karena gak cukup 1 mobil, maka sisanya  naik taksi. Tarif taksinya kalo gak salah RP 35.000. By the way sebenarnya kami udah ada menyewa mobil tapi baru akan kami pakai pada hari sabtunya.

Dari pelabuhan kami langsung menuju ke Hotel Lading. Hotel ini letaknya strategis di pusat kota Banda Aceh. Sesampai di Hotel Lading, langsung kami merebahkan diri, istirahat sejenak menunggu waktu sholat Jumat tiba. Untungnya di hotel ini ada tipi (baca: televisi) yeeeeeeeeeee. Begitu histerisnya melihat televisi. Bagaimana tidak, soalnya di penginapan di Sabang kemaren tu gak ada tipi-nya sama sekali. Ya itung-itung ada hiburan sedikit kalau-kalau nganggur di hotel hehehe.

Sekitar jam setengah 1, kami para cowok-cowok langsung berangkat menuju Mesjid Raya kebanggaan Kota Banda Aceh yaitu Mesjid Raya Baiturrahman. Kalo dihitung-hitung ya sekitar 5 menitan laaa jalan kaki dari hotel ke mesjidnya. Di sebelah Mesjid Raya-nya ada Pasar Aceh Lama, yaaa mirip mirip petisah Medan aja la bilangnya. Tapi kalau hari Jumat, Pasar Aceh (Pasar Atjeh) gak buka.

Pasar Atjeh Lama

Pasar Atjeh Lama
(Foto oleh Zyzy)

Selepas Sholat Jumat di Mesjid Raya Baiturrahman

Selepas Sholat Jumat di Mesjid Raya Baiturrahman

Setelah sholat, kami hunting tempat makan. Ada sih rumah makan minang di dekat hotel. Tapi karena para cewek-cewek itu gak mau turun dari hotel (kamar kami di lantai 2), jadinya dibelikan nasi bungkus deh dan makan sama-sama di kamar hotel (biaya penginapan kami gak termasuk biaya makan di hotel hehehe). Bagaikan ular, setelah siap menyantap nasi bungkus yang seharga Rp 12.000 per bungkusnya (porsinya dewa, dua kali lipat), langsung tidur hehehe. Yaa siap makan siangnya, kami semua istirahat. Sekitar jam 4, pada waktu sholat ashar, para cewek-cewek pengen sholat ashar-nya di Mesjid Raya. Ya langsung aja kami sholat disana dan siap sholatnya, kami foto-foto di pekarangan Mesjid Raya.

Gerbang Mesjid Raya (Foto oleh Zyzy)

Gerbang Mesjid Raya
(Foto oleh Zyzy)

Mesjid Raya Baiturrahman

Mesjid Raya Baiturrahman
(Foto oleh Zyzy)

Pada gadis berpose di depan Mesjid Raya Baiturrahman

Para gadis berpose di depan Mesjid Raya Baiturrahman
(Foto oleh Zyzy)

Selesai foto-foto, gak tau lagi mau ngapain, karena memang kami gak ada jadwal untuk hari ini (baca: acara bebas). Kembali lagi ke hotel sambail malam menjelang. Waktu sudah malam, saatnya berburu makan malam. Setelah sholat isya di Mesjid Raya lagi sekitar jam setengah 9, kami langsung jalan-jalan menyusuri malamnya Kota Banda Aceh. Tanpa arah tanpa tujuan. Pokoknya mencari tempat makan yang enak. Walaupun sudah banyak tempat makan yang dilewati, tapi belum juga ditetapkan mau makan dimana. Waktu sudah hampir menunjukkan jam 9. Waduh bisa mati kutu kalo sampai ketinggalan acara televisi yang biasa ditonton pada jam segitu. Pada bingung kan, acara apa sih? Tak lain dan tak bukan, itu adalah X Factor Indonesia. GUBRAK. Langsung saja kami (yang maniak XFI aja) mencari tempat makan yang ada tipi-nya. Dan pas banget kami ketemu tempat makan yang ada tipi-nya dan ada channel RCTI-nya. Bisa langsung ketahuan karena Sinetron Tukang Haji Naik Bubur (eh kebalik namanya) sudah selesai.

Langsung masuk ke tempat makan tersebut tanpa tau apa sih yang dijualnya hehehe. Ternyata menunya cuma 1 yang tak lain dan tak bukan yaitu Mie Aceh. Walau pun berbagai macam bentuk Mie Aceh, ya tetap aja namanya Mie Aceh. Adalah yang goreng, kuah dan Mie Aceh Basah. Pokoknya kalo ke Aceh ya makannya gak jauh jauh dari Mie Aceh hehehe. Dan lucunya, saat sudah duduk, langsung lah mencari remote tipi untuk membesarkan volumenya, dan menikmati acaranya.

Menguasai remote televisi di Rumah Makan

Menguasai remote televisi di Rumah Makan

Jauh-jauh datang ke Aceh, X Factor Indonesia nya tetap gak ketinggalan hehehe. Sambil makan, sambil komentar tentang penampilan peserta juga. Ohya, masalah harga, lupa sih detailnya, kemaren tu makan Mie Aceh plus Jus Jeruk harganya Rp 17.000. Pokoknya masih terjangkau deh.

Setelah makan malam, walaupun tontonannya belum selesai, ya kami langsung kembali ke hotel. Sampai di hotel pun, langsung disetel channel-nya ke RCTI hehehe. Yang lain udah pada tidur, aku masih sempat-sempatnya nonton sampai habis, walaupun sempat terkantuk-kantuk.

Untuk melihat cerita petualang lainnya, klik link berikut.

Day 1: Go to Sabang

Day 2: The Amazing Race in Sabang

Day 4: Wisata Alam dan Budaya (Banda Aceh Part 1)

Day 5: Wisata Kenangan Tsunami (Banda Aceh Part 2)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s